FreeAcheh.info
The Preparatory Committee of the Free Acheh Democratic Movement
       Siaran PressDownload This Document .doc format

Demo 1 Mei di Stockholm: Protes terhadap penjahat perang dan pelanggar-pelanggar HAM Aceh paska tsunami
Puluhan warga Aceh yang berasal dari gabungan dua kota, Hällefors dan Stockholm, berdemonstrasi memperingati hari buruh sedunia yang pada tahun ini melintasi jalan protokol keliling kota Stockholm.  Sekira jam 12 siang arakan demo berawal dari halaman depan meunasah dan perkampungan Aceh dikawasan Fittja menuju jalan raya Stockholm dengan berjalan kaki, sesampainya di pusat kota barisan demo berbaur dengan peserta dari bangsa dan organisasi lain yang mendiami ibu kota Swedia tersebut.  Parade demonstrasi dari warga Aceh kali ini mendapat kepercayaan berada pada nomor 2 dibelakang iringan grup musik Ordfront - Baquetum, Stockholm.

 

Parade demo berjalan kaki sepanjang 3 KM dibawah suhu sekitar 12C yang bersamaan dengan musim semi di Swedia tetap berlangsung dalam tertib dan dikawal oleh pihak keamanan setempat.  Untuk tahun ini turut hadir dalam acara solidaritas demo hari buruh sedunia tersebut Perdana Menteri Swedia Göran Persson yang diundang sebagai pembicara utama yang bertempat di panggung Norra Latin jantung pusat kota Stockholm, taman Ban Torget. 

 

Sebagaimana biasanya dalam perayaan hari buruh sedunia sebelumnya, para demonstran di Swedia dibenarkan untuk mengekspresikan aspirasi mereka sebebas-bebasnya menurut undang-undang dan demokrasi di salah satu negara Skandinavia tersebut.  Pada demonstrasi tahun ini warga Aceh di Swedia mengambil tema demo tentang protes terhadap penjahat perang dan pelanggar HAM di Aceh paska penandatanganan kesepakatan damai di Helsinki tahun lalu.  Spanduk-spanduk besar yang bertuliskan dalam bilingual diperlihatkan sepanjang parade yang bertuliskan antara lain:

 

* "Ex-Yugoslavia, Väst Afrika, Burundi-Rwanda har sina krigsbrotslingar i internationella tribunalen. Hur är det med de Indonesiska bödlarna"? (Semua bekas penjahat perang di Yugoslavia, Afrika Barat, Burundi-Rwanda telah dibawa ke tribunal Internasional. Bagaimana dengan Algojo2 di Indonesia"?

 

* Almost 1.5 year tsunami victims still in the tents, BRR what are you doing?  (Hampir 1,5 tahun korban tsunami tinggal di tenda, BRR apa kerja anda?)

 

* Indonesia is one of the most corrupt regimes in the world (Indonesia adalah salah satu negara terkorup di dunia)                

 

* Bring Indonesian generals to court for crimes against humanity (Bawa jendral2 Indonesia ke mahkamah atas kejahatan kemanusiaan)

 

* Referendum är endast lösningen I Aceh frågan (Referendum adalah satu2nya solusi bagi masalah Aceh)

 

* Welcome to Indonesia, the land of Impunity (Selamat datang ke Indonesia, negara yang kebal dari hukum) 

 

Dan banyak lagi slogan-slogan lain yang menentang serta mengutuk kebiadaban RI yang dipraktekkan keatas rakyat sipil Aceh.  Khusus kepada parade demonstrasi dari warga Aceh ketika mendapat giliran memasuki taman Ban Torget, mendapat applaus dari panggung utama sebelah kanan bangunan Norra Latin dan warga yang berbaris ditepi jalan karena nama Aceh bagi sebagian penduduk Swedia tidak asing lagi karena kerap diberitakan di media Swedia terutama paska tsunami setahun yang lalu.

 

Dalam demo tersebut di bagi-bagikan juga selebaran penerangan kepada warga Stockholm dalam bahasa Swedia tentang isu semasa yang terjadi di Aceh paska tsunami.  Menjelang akhir acara turut dalam orasi di panggung utama gubernur kota Stockholm, Annika Bildström yang berasal dari partai sosial demokrat yang berbicara mengenai hak hak pekerja di Swedia dan persamaan gaji antara lelaki dan wanita.

 

Sekira pukul 6 sore pawai arakan demo berakhir di bangunan Norra Latin dan massa bergerak kembali ketempat masing-masing serta semua warga Aceh kembali ke Meunasah.

 

  

Wassalam,

 

Asnawi Ali

----------------------------------------------------
Siaran Press Sebelumnya:

Selamat Jalan Pahlawan Bangsa dan Wali Negara Yang Tercinta
SIARAN PRESS: Selamat Hari Raya dan Respon Terhadap Perkembangan Semasa
Tiga Tahun MoU Helsinki: Dari Hukum Tentara ke Hukum Belantara
Innalillahi Wainna Ilaihi Rajiun - Tgk. Ridwan Haji Mukhtar
Tanggapan Komite Persiapan Acheh Merdeka Demokratik Atas Tuduhan Gubernur Acheh
Keputusan Joint Forum Tentang Struktur Komite dan Anggota Baru
Peristiwa Berdarah di Atu Lintang Wilayah Linge
Giliran Kita Akan Tiba
Dukacita Untuk Korban Musibah Gempa
Lokalisasi Pelanggaran HAM Di Acheh
RAKYAT ACHEH PERLU MEMAHAMI SITUASI DAN MUSLIHAT POLITIK
Siaran Press: Joint Forum Komite Ucapkan Selamat Kepada Para Anggota Baru
Milisi Anti Demokrasi KPA kembali lakukan penculikan dan pemukulan di Pase
Refleksi Setahun Pendirian Komite
Maklumat Komite Atas Berpulang ke Rahmatullah Tgk. Ghazali Abdul Hamid
Tindakan Segera: Dua orang aktivis diculik menjelang Pilkada
AMANAT MILAD ACHEH MERDEKA YANG KE-30 4 DESEMBER 1976 - 4 DESEMBER 2006
Perhatikan Siasat Kolonialis dan Bersatu Dalam Perjuangan Tanpa Kekerasan
Pandangan Komite Tentang Situasi Semasa di Acheh
Insiden Peudawa Membuktikan Indonesia Sebagai Musuh Perdamaian
Kebebasan berdemokrasi bangsa Acheh adalah tanggung jawab semua pihak

 

 

Daftar Bak Forum Jinoe!
  Menu

Deklarasi
Hubungi Kami
Respon Kami
Siaran Press
Free Acheh News Networks FANN
Tell us your thought Pendapat Anda
Pertanyaan-pertanyaan Lazim Soalan-soalan Lazim
Artikel Artikel
Downloads Downloads
 Links
AHRO
Free Acheh Democratic Free West Papua
Free Acheh Democratic ETAN
Free Acheh Democratic Acheh Eye
Forum Geutanyoe Free Acheh ForumsBan na bak web geutanyoe
 
Search

  Search Webs by Google
 
  Send to Friends
Friend's E-mail:
Your Email:
Your Message:
  
  Quote

 Discuss With Us
 Donation
 World Time
Acheh:
Australia:
Canada:
Egypt:
Houston:
Japan:
London:
Malaysia:
New York:
Scandinavia:
 Support Us

Creative Commons License 2006 - 2010 The Preparatory Committee of the Free Acheh Democratic. I Love Acheh campaign PUT this logo on your website
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 License
.