Komite Persiapan Acheh Merdeka Demokratik (Preparatory Committee of The Free Acheh Democratic) Secretariats: New York, United States. Tel/Fax. +1 718 337 8843 Stockholm, Scandinavia. Tel. + 46 739 756532 e-mail: committee@freeacheh.info www.freeacheh.info Siaran Press Untuk Disiarkan Segera Insiden Peudawa Membuktikan Indonesia Sebagai Musuh Perdamaian Komite Persiapan Acheh Merdeka Demokratik mengucapkan dukacita sedalam-dalamnya atas berpulang ke Rahmahtullah saudara kami Agussalim, akibat kejahatan kemanusiaan yang dilakukan anggota polisi kolonialis Indonesia di Acheh dalam Insiden Peudawa, 6 Maret 2006. Semoga pihak keluarga yang ditinggalkan dapat bersabar menghadapi musibah ini dan terus berjuang dalam menuntut datang keadilan. Rasa simpati yang tulus dan hormat kami kepada para korban tindak kekerasan yang tercedera di tempat yang sama pada hari ke-2 dalam aksi protes mereka atas insiden tersebut. Kami dan bangsa Acheh lainnya yang peduli terhadap kemanusian dan keadilan, akan senantiasa mengenang gerakan solidarity yang anda lakukan yang mana menunjukkan identitas khas ke-Achehan. Gerakan civil disobedient (pembangkangan civil) perlu terus dilanjutkan dalam usaha menghentikan dominasi, praktek kejahatan kemanusiaan dan kohesi pemerintah kolonialis Indonesia terhadap Bangsa Acheh. Dalam masalah ini Bangsa Acheh dan dunia dapat melihat secara jelas siapakah the enemy of peace (musuh perdamaian) sebenarnya yang menyebabkan rakyat Acheh tertindas dan hidup di bawah bayangan ketakutan yang berkepanjangan. Peristiwa ini menjadikan suatu bukti bahwa arogansi pihak apparatus kolonialis Indonesia di Acheh masih tidak berubah, yaitu dengan tidak menjalankan apa yang telah mereka setujui. Pembohongan terus berlanjut manakala pernyataan sepihak Kepala Polisi kolonialis Bahrumsyah Kasman, yang menyatakan bahwa insiden itu terjadi akibat kesalahan korban, dan sepertinya ia ingin menimpakan kesalahan kepada seseorang yang sudah tidak dapat membela diri sama sekali. Perbuatan ini adalah ciri khas apparatus kolonialis dalam menjalankan propaganda kotor seperti sebelumnya, yakni dengan membunuh warga sivil lalu mengklaimnya sebagai kombatan atau pihak Gerakan Bersenjata. Pihak komite, dalam hal ini, telah mempelajari methode baru yang sedang dijalankan pihak polisi kolonialis dengan menawarkan sejumlah uang kepada pihak korban untuk menyelesaikan perkara kejahatan hak asasi manusia. Mereka berharap dapat menutupi kejahatan yang mereka lakukan tanpa harus melalui proses peradilan. Tindakan ini adalah melawan hukum karena dapat disebut sebagai penyuapan, dan apabila hal itu terus berlanjut, maka keadilan tidak dapat ditegakkan. Karena itu kami mengharapkan kepada pihak keluarga korban Insiden Peudawa dan pihak korban dalam insiden lainnya untuk tidak menerima pemberian dalam bentuk apapun sebagai pengganti keadilan. Kami berkeyakinan bahwa tindakan kriminal dan brutal seperti di Peudawa akan terus terjadi di pelbagai tempat lainnya di masa yang akan datang, hal ini dikarenakan perdamaian yang ada sekarang hanyalah digunakan sebagai alat oleh Indonesia untuk meyakinkan para investor dan para donor serta para negara-negara penghutang. Dan, perdamaian yang ada hanyalah sebagai jalan untuk mengeksploitasi sumber daya alam Acheh yang selama konflik tidak bisa dilakukan. Kami serukan kepada bangsa Acheh untuk tidak takut bersuara dalam menuntut keadilan memperjuangkan kemerdekaan, dan mempertahankan hak-hak anda. Bangunkan solidarity untuk melawan segala bentuk penindasan, arogansi, kesewenangan, kejahatan dan propaganda kolonialis. Tidak ada sesiapapun yang dapat menyalahkan kita selagi kita berpegang pada asas kebenaran dan berjuang dengan platform non-violent menuju kebebasan. Jangan pernah menerima ketidakadilan dengan alasan menghargai perdamaian. Karena sesungguhnya bila itu dibiarkan, maka bukannya kedamaian yang didapat, melainkan kita akan kekal hidup di bawah penindasan dan penjajahan yang tiada akhir. New York, 18 Maret 2006 (signed) Eddy L. Suheri Jurubicara Sementara
---------------------------------------------------- Siaran Press Sebelumnya:
• Selamat Jalan Pahlawan Bangsa dan Wali Negara Yang Tercinta • SIARAN PRESS: Selamat Hari Raya dan Respon Terhadap Perkembangan Semasa • Tiga Tahun MoU Helsinki: Dari Hukum Tentara ke Hukum Belantara • Innalillahi Wainna Ilaihi Rajiun - Tgk. Ridwan Haji Mukhtar • Tanggapan Komite Persiapan Acheh Merdeka Demokratik Atas Tuduhan Gubernur Acheh • Keputusan Joint Forum Tentang Struktur Komite dan Anggota Baru • Peristiwa Berdarah di Atu Lintang Wilayah Linge • Giliran Kita Akan Tiba • Dukacita Untuk Korban Musibah Gempa • Lokalisasi Pelanggaran HAM Di Acheh • RAKYAT ACHEH PERLU MEMAHAMI SITUASI DAN MUSLIHAT POLITIK • Siaran Press: Joint Forum Komite Ucapkan Selamat Kepada Para Anggota Baru • Milisi Anti Demokrasi KPA kembali lakukan penculikan dan pemukulan di Pase • Refleksi Setahun Pendirian Komite • Maklumat Komite Atas Berpulang ke Rahmatullah Tgk. Ghazali Abdul Hamid • Tindakan Segera: Dua orang aktivis diculik menjelang Pilkada • AMANAT MILAD ACHEH MERDEKA YANG KE-30 4 DESEMBER 1976 - 4 DESEMBER 2006 • Perhatikan Siasat Kolonialis dan Bersatu Dalam Perjuangan Tanpa Kekerasan • Pandangan Komite Tentang Situasi Semasa di Acheh • Demo 1 Mei di Stockholm: Protes terhadap penjahat perang dan pelanggar-pelanggar HAM Aceh paska tsunami • Kebebasan berdemokrasi bangsa Acheh adalah tanggung jawab semua pihak
|