Komite Persiapan Acheh Merdeka Demokratik (Preparatory Committee of the Free Acheh Democratic)
Siaran Press
Untuk Disiarkan Segera
Kebebasan berdemokrasi bangsa Acheh adalah tanggung jawab semua pihak
Seminggu setelah kami keluarkan deklarasi untuk menyambung kembali perjuangan kemerdekaan, meskipun tidak mendapat publikasi meluas dari media di Acheh maupun Nusantara, tetapi deklarasi ini cukup mendapat respon dari para wartawan di luar negeri yang mengontak sekretariat. Juga dari bangsa Acheh sendiri, terutama mereka yang punya akses internet.
Salah seorang Representative GAM di AMM, telah merespon deklarasi kami dan memberi label tertentu kepada Komite ini, namun kami jelaskan bahwa kami tidak tertarik untuk berkonflik dengan bangsa kami sendiri. Seperti apa yang telah tertulis dalam deklarasi diikuti dengan respon, Komite ini adalah independen dan selebihnya kami serahkan kepada bangsa Acheh untuk menilai. Target kami adalah jelas, pemerintah Indonesia dan para nasionalist-nya adalah musuh kami dalam usaha mengembalikan kedaulatan Acheh.
Pada kesempatan ini kami ingin menjelaskan kepada bangsa kami perihal adanya suara-suara yang dialamatkan kepada kami sebagai pihak yang berusaha menghalangi proses perdamaian atau menciptakan instabiliti. Kami menolak semua argumen tersebut karena semua itu didasari oleh kurangnya pemahaman demokrasi oleh pihak pro-otonomi dan pihak Indonesia, sehingga mereka tidak dapat memahami makna demokratik yang kami usung dalam Komite ini.
Sebagai suatu pergerakan demokratik maka perjuangan kami adalah anti kekerasan (non violence), karena itu tidak ada alasan bagi semua pihak untuk menggunakan kekerasan dalam menghalangi perjuangan kami, tidak ada suatu dasar yang dapat dipakai oleh pihak Indonesia untuk melancarkan operasi militer atau menggunakan cara khasnya yaitu kekerasan untuk membasmi bangsa Acheh. Untuk itu, semua pihak harus memberi komitmen bagi ketenangan bangsa Acheh dalam menjalankan kehidupannya, mengamalkan ideologinya, memelihara nasionalism-nya, memberi ruang untuk berpikir secara independen, mendapatkan akses informasi, serta melindungi kepentingan ekonominya.
Dalam theori perdamaian, kondisi yang terjadi di Acheh masih dalam kategori perdamaian negatif (negative peace) dan belum memasuki pada tahap perdamaian positif (positive peace). Karena ianya masih dalam tahap di mana monitoring mission masih diperlukan, juga sejumlah dukungan bantuan kemanusian masih berlangsung. Sedangkan positive peace di mana suatu perdamaian akan bertahan adalah ketika semua hak-hak publik dan perangkat sosial politik disediakan.
Demokrasi (bukan hanya formaliti), keadilan, pemerintah yang bersih adalah diantara syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam mengaktualisasi perdamain positif. Akan tetapi menjadi suatu pertanyaan bagaimana pihak-pihak yang mengaku terlibat dalam membangun perdamaian atau para pendukung perdamaian berkeyakinan dapat menciptakan perdamaian positif dan berkesinambungan, jika atasnama perdamaian mereka menghalangi kebebasan rakyat untuk berbicara dan bertindak menurut keyakinan politik mereka, menghalangi hak publik untuk mendapatkan informasi, meniadakan aspirasi-aspirasi politik rakyat, dan atasnama perdamaian mereka membiarkan kejahatan kemanusiaan sebelum MoU Helsinki berlalu tanpa pengadilan.
Sama halnya dengan mengatasnamakan kemerdekaan lalu menghancurkan kemerdekaan individual. Maka konsep perdamaian yang tengah dijalankan adalah seperti membangun rumah tanpa fondasi dan pilar, hanya atap yang menggantung yang nantinya akan runtuh dan menghancurkan seluruh society di bawahnya.
Oleh sebab itu semua pihak bertanggung jawab dalam menjamin kebebasan bangsa Acheh untuk memilih, berbicara, bertindak maupun berjuang untuk kemerdekaan dalam kerangka demokrasi demi tercapainya perdamaian positif.
New York, 31 Januari 2006 signed Eddy L. Suheri Jurubicara sementara eddy.suheri@freeacheh.info
Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi kami:
New York: Tel/Fax. +1 718 337 8843 Stockholm: Tel. + 46 739 756532 e-mail. committee@freeacheh.info website. www.freeacheh.info
Pertanyaan juga dapat ditujukan langsung kepada para anggota komite yang membidangi masalah-masalah berhubungan pernyataan di atas. mustafa.krueng@freeacheh.info hasan.kumbang@freeacheh.info yusuf.daud@freeacheh.info ichlas.ramadhan@freeacheh.info
---------------------------------------------------- Siaran Press Sebelumnya:
• Selamat Jalan Pahlawan Bangsa dan Wali Negara Yang Tercinta • SIARAN PRESS: Selamat Hari Raya dan Respon Terhadap Perkembangan Semasa • Tiga Tahun MoU Helsinki: Dari Hukum Tentara ke Hukum Belantara • Innalillahi Wainna Ilaihi Rajiun - Tgk. Ridwan Haji Mukhtar • Tanggapan Komite Persiapan Acheh Merdeka Demokratik Atas Tuduhan Gubernur Acheh • Keputusan Joint Forum Tentang Struktur Komite dan Anggota Baru • Peristiwa Berdarah di Atu Lintang Wilayah Linge • Giliran Kita Akan Tiba • Dukacita Untuk Korban Musibah Gempa • Lokalisasi Pelanggaran HAM Di Acheh • RAKYAT ACHEH PERLU MEMAHAMI SITUASI DAN MUSLIHAT POLITIK • Siaran Press: Joint Forum Komite Ucapkan Selamat Kepada Para Anggota Baru • Milisi Anti Demokrasi KPA kembali lakukan penculikan dan pemukulan di Pase • Refleksi Setahun Pendirian Komite • Maklumat Komite Atas Berpulang ke Rahmatullah Tgk. Ghazali Abdul Hamid • Tindakan Segera: Dua orang aktivis diculik menjelang Pilkada • AMANAT MILAD ACHEH MERDEKA YANG KE-30 4 DESEMBER 1976 - 4 DESEMBER 2006 • Perhatikan Siasat Kolonialis dan Bersatu Dalam Perjuangan Tanpa Kekerasan • Pandangan Komite Tentang Situasi Semasa di Acheh • Demo 1 Mei di Stockholm: Protes terhadap penjahat perang dan pelanggar-pelanggar HAM Aceh paska tsunami • Insiden Peudawa Membuktikan Indonesia Sebagai Musuh Perdamaian
|