Pertanyaan-pertanyaan yang sering
dialamatkan
1.
Apakah tujuan dari komite ini?
Komite
Persiapan Acheh Merdeka Demokratik ini diantaranya adalah bertujuan untuk
memberitahukan kepada bangsa Acheh dan seluruh bangsa di dunia bahwa perjuangan
kemerdekaan Acheh masih berlanjut, biarpun para elit politik Acheh sedang sibuk
dengan persoalan MoU Helsinki. Untuk membangkitkan kembali sebagian bangsa Acheh
yang sedang larut dalam mempertimbangkan perjanjian Helsinki, dan usaha untuk
mengumpulkan kembali bangsa Acheh yang masih setia terhadap amanah leluhur,
setia pada proklamasi 1976, dan khususnya kepada Angkatan Acheh Merdeka yang
masih setia pada sumpahnya untuk mengembalikan kedaulatan bangsa yakni merdeka
di atas tanah air sendiri.
Dalam
hal ini, Komite akan menyusun agenda dan rencana perjuangan, cara-cara memulai
perjuangan kembali, memperjuangkan suara rakyat Acheh yang selama ini
terbiarkan, mendirikan suatu pemerintahan dan majelis yang mengawal tindakan
pemerintah, menjalankan demokrasi dan hal-hal lain yang diperlukan untuk
mencapai tujuan perjuangan.
2.
Kenapa Komite ini tidak dideklarasikan di Acheh?
Ada
tiga alasan penting kenapa kami tidak melahirkan deklarasi ini di Acheh,
diantaranya adalah sebagai berikut:
Pertama, Komite Persiapan Acheh Merdeka Demokratik
ini adalah bersifat sementara saja yang bertujuan untuk mempersiapkan suatu
Pemerintahan Acheh Merdeka Demokratik di masa depan. Jadi disebabkan ianya
bersifat sementara, maka persoalan tempat atau lokasi menjadi tidak begitu
penting. Kedua, karena keadaan di Acheh sekarang sedang aman dan tenang—dalam
artian tenang sebelum datangnya badai--, dan agar proses damai yang sedang
berlangsung tidak terganggu, kami memutuskan untuk mempersiapkan pekerjaan besar
ini dari luar dulu. Meskipun dalam hal ini kami selalu berkonsultasi dengan
rekan-rekan kami di Acheh. Ketiga, perkara tekhnis, komunikasi, dan keselamatan
membuat kami harus memutuskan pendeklarasian dari luar.
3.
Rakyat Acheh sedang haus akan perdamaian, sedang dapat bernafas sedikit lega,
kenapa kita ganggu?
Ada
sebagian pihak yang salah mengerti tentang berdirinya Komite ini dan perjuangan
Acheh Merdeka Demokratik yang tengah kita jalankan. Mereka pikir kami berusaha
menghancurkan perdamaian atau menggangu proses perdamaian dan pelbagai alasan
lainnya.
Perlu
kami jelaskan di sini bahwa semua itu adalah pemahaman yang salah. Suatu gerakan
yang berasaskan demokrasi adalah tidak menggangu keamanan dan kedamaian. Malah
ikut membantu usaha-usaha perdamaian di Acheh ke arah yang lebih bersih,
berjalan baik dan bebas dari aksi penipuan di balik kata damai. Sebab suatu
usaha, apapun bentuknya, jika dikerjakan dengan tidak jujur, tidak transparan
dan berbelit, maka hasilnya berbuah penipuan atau akan ada banyak pihak yang
tertipu. Dengan adanya suatu komite yang kuat dan demokratik, kami berharap
ianya menjadi suatu pagar tempat berlindung, menjadi suatu mimbar tempat di mana
rakyat boleh bersuara dan berpikir secara bebas, dan menjadi suatu tekanan
terhadap penguasa-penguasa yang zalim dan korup baik di Acheh maupun
Indonesia.
Kami
melihat jelas bahwa pihak-pihak yang terlibat dalam usaha damai di Acheh tidak
sedikitpun memperdulikan tentang perkara demokrasi dan keadilan. Padahal jika
kedua perkara ini tidak dapat ditegakkan, maka keadilan yang akan datang atas
rakyat Acheh di masa depan adalah tetap di bawah telapak sepatu TNI/Polri, dan
perdamaian yang akan kekal di Acheh adalah damai ala Orde Baru dan Demokrasi
Terpimpin ala Orde Lama.
Adakah kita setuju membiarkan Acheh
tergadai atasnama aman dan damai? Cukup sudah sejarah Acheh di masa lalu,
seperti ketika Habib Abdurrahman Az-Zahir yang menggadaikan Acheh sewaktu
perundingan dengan Belanda di Pulau Pinang. Sesudah mendapatkan pelbagai
fasiliti dari Belanda, kemudian dia
mengasingkan diri. Dari Saudi Arabia dia mengirimkan surat ke pihak Belanda
tentang bagaimana caranya supaya Acheh dapat aman dan damai. Yaitu dengan
memberikan jabatan, gelar, dan uang kepada siapa saja yang patut. Itulah obat
penenang bagi orang Acheh, katanya. Sekarang hal itu sudah terlihat di
Acheh.
Komite
ini adalah pagar terakhir rakyat Acheh yang akan menahan dan melawan RI untuk
tidak melakukan apapun kehendak bejatnya di Acheh dan terhadap bangsa Acheh.
Menjadi suatu wadah oposisi yang disegani lawan dan dihormati oleh masyarakat
internasional. Suatu wadah yang Insya Allah akan dapat merealisasi tujuan dan
cita-cita bangsa Acheh untuk bebas dan merdeka di atas tanah
leluhurnya.
4.
Siapakah pemimpin komite saat
ini?
Sistem
kepemimpinan dalam Komite ini untuk sementara berbentuk collective leadership,
yaitu kepemimpinan bersama. Di sini tidak ada seorang pemimpin tunggal, tetapi
tiap-tiap komisi akan dipimpin oleh salah seorang anggota komite, begitu juga
dengan sekretariat. Semua keputusan penting diambil dengan musyawarah dengan
rumusan demokrasi di tingkat forum komite yang kami namakan Joint Forum,
sedangkan menyangkut keputusan yang tidak begitu penting dapat diputuskan oleh
masing-masing komisi di forum setingkat komisi.
5.
Bagaimana sistem pelaksanaan komite ini?
Untuk
saat ini, komite terdiri dari tujuh buah komisi dan sejumlah sub-komisi,
sekretariat dengan beberapa cabangnya, dan seorang
jurubicara.
6.
Berapa lama semua anggota yang ada sekarang akan bertugas?
Sebetulnya semua anggota yang ada sekarang sifatnya
bukan permanen dan tidak ditetapkan hanya untuk 25 anggota saja. Komite ini akan
kita jalankan sampai kita siap untuk mendirikan Pemerintahan Acheh Merdeka
Demokratik. Oleh karena itu, komite ini selalu membuka pintu untuk para calon
anggota baru sampai cukup korum untuk kita adakan suatu kongres besar.
Kesempatan itu akan kita gunakan untuk melibatkan semua komponen rakyat Acheh,
dalam proses mendapatkan legitimasi untuk tujuan tersebut di atas.
7.
Kenapa dideklarasikan pada 15hb Januari?
Karena
yang kita deklarasikan adalah Komite Persiapan, bukannya sebuah pemerintahan,
juga disebabkan oleh terdesaknya waktu, maka kita tidak dapat menyesuaikan
dengan haribulan bersejarah bagi bangsa Acheh. Namun di masa yang akan datang
ketika kita hendak mendirikan suatu pemerintahan, adalah penting untuk memilih
hari dan bulan yang baik dan bersejarah. Adapun demikian, dikarenakan Komite ini
kita deklarasikan dari kota New York, Amerika Serikat, ini dapat kita hubungkan
dengan Hari Hak-Hak Masyarakat Sivil (civil rights) yang jatuh pada haribulan
tersebut dan dikenal sebagai Martin Luther King Day.
8.
Kenapa kita tidak dapat menerima hasil MoU Helsinki yang sudah
ada?
Atas dasar apa kita dapat menerima
MoU Helsinki? Perjanjian tersebut telah menghilangkan lembaga Negara (Wali
Negara, Majlis Negara, Dewan Menteri dan TNA). Adalah tidak pernah kejadian di
dunia ini di mana sebuah perjanjian antara dua pihak dapat menghilang konstitusi
salah satu pihak, inilah yang pertama kali terjadi ketika MoU Helsinki telah
dapat menghilangkan lembaga Negara dan struktur pemerintahaan sebuah pihak yang
mengklaim setingkat Negara di dalam perundingan. Begitu hilangnya lembaga dan
pemerintahan, bermakna Negara atau pemerintahan yang didirikan sudah tiada.
Ianya sudah tergadai di tangan para
juru runding GAM sendiri.
Kami
yang telah memahami isi perjanjian Helsinki tersebut dan membandingkan dengan
perjuangan bangsa-bangsa lain di dunia, seperti Bouganville, Moro, Palestina dan
lainnya, jelas kami lihat bahwa apa yang dijanjikan kepada Acheh dalam MoU itu
adalah sangat rapuh, tidak punya pegangan dan berbagai cara dapat ditafsirkan
oleh RI. Persis seperti kita lihat kejadian yang sedang berlaku saat ini. RI
tetap mengatur kita, tentara dan polisi yang telah membunuh ayah, ibu, anak dan
saudara-saudara kita tetap bebas bergerak dan tidak seorangpun yang diadili. Tiada sebarispun dari MoU
tersebut yang memaparkan perkara pelaku kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran
HAM selama 30 tahun perang di Acheh akan dibawa ke Mahkamah Internasional. Lebih
penting lagi adalah dengan menerima MoU (baca: otonomi) bermakna kita sudah
mengkhianati Proklamasi Acheh Merdeka, Sumpah Acheh Merdeka dan niat suci
perjuangan kita selaku sebuah bangsa yang hendak merdeka. Jadi logika pihak Juru
Runding yang berkampanye di Acheh di mana kita akan merdeka tahun 2009, dan MoU
hanya strategi politik adalah propaganda. Sebab bagaimana kemerdekaan dapat
dicapai apabila sesuatu yang telah kita dirikan seperti lembaga dan konstitusi
Negara sebagai dasar perjuangan telah kita hancurkan?
9.
Apakah Komite ini mempunyai hubungan dengan Acheh Merdeka yang didirikan DR.
Hasan Tiro?
Sudah
tentu ada. Komite ini adalah kesinambungan dari perjuangan Acheh Merdeka yang
dinyatakan pada 4 Desember 1976. Maka perlu kita deklarasikan dan umumkan
kembali, sebab ramai yang berpikir bahwa perjuangan Acheh Merdeka sudah habis
atau tidak ada lagi pihak yang melanjutkannya, setelah pihak GAM di bawah
pimpinan Malik Mahmud menandatangani MoU di Helsinki dan menyerahkan diri
kepangkuan RI. Karena Acheh Merdeka adalah perjuangan Rakyat Acheh, jadi siapa
saja berhak melanjutkan perjuangan ini, tidak mesti keluarga Di Tiro
saja.
10. Jika
perjuangan ini adalah kelanjutan dari AM apakah Komite ini akan
menggunakan senjata pula seperti GAM?
Seperti yang tertulis dalam deklarasi, kita akan
menggunakan perjuangan politik dan diplomasi melalui hukum internasional dengan
cara-cara yang demokratik dan aman. Tetapi apabila lawan politik kita,
Indonesia, tidak memahami aturan, maka kesabaran rakyat Acheh yang akan
menentukan nantinya. Dalam hukum internasional, bangsa Acheh punya hak untuk
mempertahankan diri (self-defence), dan itu bukan prioriti Komite untuk sekarang
ini.
11.
Adakah Komite ini berhubungan dengan MP/MB-GAM, PERMAS, ASNA dan organisasi
rakyat Acheh lainnya?
Komite
ini adalah suatu wadah baru yang berdiri sendiri dan bersifat independen. Pada
saat Komite ini kita dirikan, kita berharap dan bermaksud untuk menyatukan
seluruh kekuatan bangsa Acheh dalam rangka melawan pihak musuh dan mengembalikan
kedaulatan. Kita tidak mempersoalkan aliran dan garis politik anggota-anggota
Komite di masa lalu, tetapi yang tidak dapat kita terima adalah mereka yang
tidak setia kepada ideologi perjuangan, pelaku kejahatan atau kriminal dan
mereka yang melakukan pembunuhan di luar hukum.
12.
Bagaimana tentang dukungan internasional terhadap Komite ini?
Sesuatu wadah yang masih baru tidak langsung
mendapat sokongan dari masyarakat internasional. Masih banyak hal yang perlu
dikerjakan dan dipersiapkan sebelum kita mencapai target yang diharapkan.
Langkah yang paling penting saat ini adalah mencari dukungan dari bangsa Acheh
untuk membangkitkan kembali perjuangan ini dengan sebaik mungkin. Jangan lagi
kita hembuskan propaganda kepada rakyat bahwa berpuluh Negara telah mendukung
perjuangan Acheh Merdeka, apabila perbuatan atau realiti tidak dapat kita
buktikan. Hak untuk menentukan nasib sendiri bagi setiap bangsa di dunia adalah
suatu perbuatan yang mulia, baik di segi agama, begitu juga menurut hukum
internasional. Apabila kita rakyat Acheh punya niat untuk merdeka, maka tiada
sesiapa yang dapat menghalang maksud tersebut, asalkan kita berdiri di atas
garis perjuangan. Kita mulakan dengan usaha kita sendiri, selanjutnya baru kita
dapatkan dukungan dari bangsa-bangsa lain yaitu masyarakat internasional.
Ada soalan lain?
|