Deklarasi
Kepada bangsa kami dan semua
bangsa di dunia serta institusi-institusi
internasional:
Kami yang tergabung dalam Komite
Persiapan Acheh Merdeka Demokratik dengan ini menyatakan bahwa akan tetap
meneruskan perjuangan untuk suatu konteks demokrasi yang lebih luas dan merata
di tanah leluhur kami, Acheh, dengan penghormatan terhadap hukum-hukum
international.
Diakui bahwasanya terdapat aspek
positif dari Perjanjian yang telah ditanda tangani oleh Gerakan Acheh Merdeka
(GAM) di bawah kepemimpinan Malik Mahmud dan perwakilan Indonesia di Helsinki
pada 15 Agustus 2005, dan proses perdamaian yang sedang berlangsung telah
menurunkan tingkat kekerasan di Acheh. Akan tetapi pada proses kelahirannya
perjanjian tersebut adalah tidak memiliki kriteria demokrasi dan
keterbukaan.
Meskipun terdapat
banyak permintaan dari pelbagai pihak termasuk dari masyarakat sivil termasuk
anggota GAM sendiri untuk menjadi bagian dari proses perundingan dan dibenarkan
untuk memberi masukan dalam pembahasan kesepakatan tersebut, namun hanya
beberapa saja yang terpilih dan dilibatkan.
Proses perundingan
Helsinki dan hasil kesepakatan tersebut adalah tidak memiliki fondasi yang kokoh
baik itu secara politik maupun demokrasi, dan tidak mempunyai justifikasi secara
moral. Oleh sebab itu perjanjian tersebut tidak akan mampu bertahan dalam tempo
yang lama.
Kami para pejuang setia Acheh
Merdeka telah berdiri tegak dan bersatu dalam barisan Komite ini untuk:
melanjutkan perjuangan kemerdekaan; mengembalikan kedaulatan Negara dan Bangsa;
mempersiapkan berdirinya suatu pemerintahan yang bebas dan demokrat di Acheh;
memperjuangkan aspirasi bangsa Acheh yang tertindas dan terabaikan. Semua maksud
tersebut akan kami jalankan demi kebaikan bangsa kami agar dapat berdiri sejajar
dengan bangsa-bangsa maju di dunia dalam kontribusinya untuk memperjuangkan
perdamaian dunia, hak asasi manusia, kemerdekaan, keadilan, dan demokrasi.
Kami percaya bahwa tidak ada suatu
alasanpun yang dapat menghalangi kelanjutan perjuangan ini. Aspirasi Bangsa
Acheh telah jelas tertulis dalam Proklamasi Acheh Merdeka 4 Desember 1976, dan
terpahat dalam setiap jiwa bangsa Acheh, khususnya mereka yang telah berjuang
tak kenal lelah untuk mencapai cita-cita tersebut.
Dengan ini kami memanggil semua
bangsa Acheh di mana pun berada agar bangkit bersama dalam suatu barisan untuk
merebut kembali kedaulatan serta marwah bangsa dan Negara Acheh. Dalam rangka
menyusun kembali perjuangan besar yang kita warisi ini, telah kita dirikan
Komite Persiapan Acheh Merdehka Demokratik yang akan mengambil langkah-langkah
penting dalam meraih maksud tersebut.
New York, 15 January
2006.
Komite Persiapan Acheh Merdehka
Demokratik:
- Affan Madjid (Acheh, Peureulak)
- Aiman Zulkarnaen (Acheh)
- Amir
Tereusep (Acheh Rayek)
- Amirul Mu'minin Nya' Tjut Ali
(Acheh)
- Arifin Amin Syech (Australia)
- Asnawi Ali
(Sweden)
- Eddy L. Suheri (United
States)
- Fuadi Azmi (South
Africa)
- Ghazali Abdul Hamid
(Malaysia)
- Guree Rahman Ismail
(Sweden)
- Hafizzul Majid
(Acheh)
- Hanafiah Ahmad (Norway)
- Hasan Kumbang
(Acheh)
- Ibnu
Hasan Abdullah (Acheh)
- Ichlas Ramadhan (United
States)
- Inong Zhahir Ramadhani (Acheh)
- Ishak Beulama
(Acheh, Mereuhom Daya)
- Jaffaniel Alamsyah (Acheh)
- Khusairi Ismail (Acheh)
- Mustafa Krueng (United
States)
- Syahbuddin Rauf
(Sweden)
- Syuhada Linge (Acheh, Linge)
- Tgk. Lahmuddin Pang Teh
(Malaysia)
- Yusuf Daud (Sweden)
- Zikrinullah
Makarim (Malaysia)
* Diterjemahkan dari Deklarasi asal bahasa
Inggris.